- 1. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Mengidentifikasi Masalah Melalui Gejala Yang Muncul DEPAN
- 2. PETA KEDUDUKAN KOMPETENSI 2 3 Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringangnosis Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan an Melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical User Interface) dan Text Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network) Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area Network) Membuat desain sistem keamanan jaringan Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang sistem PC Melakukan perbaikan periferal Melakukan instalasi software Melakukan perawatan PC Melakukan instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan command line interface (CLI) Melakukan instalasi perangkat jaringan lokal (Local Area Network) Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar Menerapkan fungsi peripheral dan instalasi PC Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network) Mengadministrasi server dalam jaringan Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network Merancang web data base untuk content server Lulus Melakukan instalasi sistem operasi dasar Menerapkan K 3 LH Merakit Personal Komputer Dasar Kejuruan Level I ( Kelas X ) Level II ( Kelas XI ) Level III ( Kelas XII ) 1 Klik Disini Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal Depan
- 3. Peserta diklat mampu mengidentifikasi gejala kesalahan atau kerusakan pada saat pengoperasian PC. Peserta diklat mampu mengidentifikasi jenis-jenis pesan atau peringatan kesalahan yang terjadi pada saat booting atau PC digunakan . Tujuan Pembelajaran MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 4. Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST Apa Itu POST??? Fungsi POST??? MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 5. POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 6. POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 7. 1) Prosedur POST (Power on Self-Test) Test Power Supply Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya 3. Pengecekkan terhadap CMOS 4. Melakukan pengecekkan CPU 5. Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat baca & tulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST . 6. Pengecekkan I/O controller dan bus controller MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 8. 2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test) Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut: Disesuaikan dengan beep CPU hidup, Monitor Mati, ada beep 3 1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor 2. Monitor CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep 2 1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V 2. Power supply CPU dan Monitor mati, tidak ada beep 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 9. Kode Beep AWARD BIOS Kerusakan di modul memori atau memori video Beeb terus menerus 5 Kerusakan di bagian VGA. 1 beep panjang 3 beep pendek 4 Kerusakan di modul DRAM parity 1 beep panjang 2 beep pendek 3 Problem di memori 1 beep panjang 2 PC dalam keadaan baik 1 beep pendek 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 10. Kode Beep AMI BIOS Tes tampilan gambar gagal 1 beep panjang 8 beep pendek 13 Conventional/Extended memori rusak 1 beep panjang 3 beep pendek 12 Chache memori error 11 beep pendek 11 CMOS shutdown read/write mengalami errror 10 beep pendek 10 Checksum error ROM BIOS bermasalah 9 beep pendek 9 Tes memori VGA gagal 8 beep pendek 8 Video Mode error 7 beep pendek 7 Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik 6 beep pendek 6 Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor 5 beep pendek 5 Timer pada sistem gagal bekerja. 4 beep pendek 4 BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama 3 beep pendek 3 Sirkuit gagal mengecek 2 beep pendek 2 DRAM gagal merefresh 1 beep pendek 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 11. Kode Beep IBM BIOS VGA card sirkuit 1 beep, blank monitor 9 Keyboard error 3 beep panjang 8 Masalah bagian VGA Card (EGA). 1 beep panjang 3 beep pendek 7 Masalah bagian VGA Card (mono) 1 beep panjang 2 beep pendek 6 Masalah Motherboard 1 beep panjang 1 beep pendek 5 Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang Beep pendek berulang - ulang 4 Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang Beep terus menerus 3 Normal POST dan PC dalam keadaan baik 1 beep pendek 2 Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang Tidak ada beep 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 12. Soal Evaluasi Apa pengertian POST ? Sebutkan fungsi post ! Apakah kode beep pada tiap komputer sama ? Jelaskan ! Tugas ! Hidupkan PC, amati dan catat proses yang terjadi, cocokkan dengan teori yang ada ! MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 13. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Mengklasifikasikan Masalah Berdasarkan Kelompoknya DEPAN
- 14. Peserta diklat mampu mengklasifikasikan permasalahan pengoperasian PC dan peripheral berdasarkan kelompok masalah. Peserta diklat mampu mengidentifikasi kemungkinan penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral. Peserta diklat mampu menentukan hipotesa awal penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral. Tujuan Pembelajaran DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 15. Klasifikasi Permasalahan Hardware / Perangkat keras 1. Internal Meliputi isi CPU yaitu : motherboard, VGA card, CHIP BIOS, RAM, Sound card, Prosessor, Harddisk, CD ROM, Power supply dan komponen lainnya yang terpasang, monitor, keyboard, mouse dan lain- lain. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 16. 2. Eksternal Di antaranya yaitu : printer, modem eksternal, TV tuner eksternal, scanner, dan lain sebagainya. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 17. Software / Perangkat Lunak 1. Perangkat Lunak BIOS Diantaranya yaitu : Perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 18. 2 Sistem Operasi Diantaranya yaitu : Perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 19. 3. Program aplikasi Program aplikasi yang dimaksud adalah semua , perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya yaitu program aplikasi seperti: perkantoran, termasuk bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 20. Soal Evaluasi Permasalahan komputer dapat diklasifikasikan berdasarkan apa saja? Jika tombol mouse sebelah kiri diklik tidak bekerja, kerusakan apa saja yang mungkin terjadi dan tentukan hipotesa awal penyebab kerusakan tersebut! Mengapa komputer harus menggunakan driver? Tugas ! Lakukan klasifikasi permasalahan komputer berdasarkan hardware, software, dan permasalahannya. Pahami gejala dan permasalahan yang terjadi pada saat komponen hardware dilepas atau file driver dihapus pada komputer. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 21. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Mengisolasi Permasalahan DEPAN
- 22. Peserta diklat mampu melakukan pemeriksaan terhadap komputer yang bermasalah sesuai dengan urutan yang benar. Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan sehingga penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan benar. Tujuan Pembelajaran DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 23. Prosedur Test 1) Semua peralatan dipasang sesuai port yang butuhkan. 2) Booting Komputer 3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse. 4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor 5) Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word. 6) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer. 7) Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware dan software. 8) Pengecekkan pada PC 9) Mengidentifikasi permasalahan 10) Menganalisis permasalahan 11) Mengklasifikasikan permasalahan 12) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah 13) Mengisolasi permasalahan MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 24. Mengisolasi Permasalahan Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah sebagai berikut : 1) Mengidentifikasi permasalahan Masalah yang ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya melalui POST. 2) Menganalisis permasalahan Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST ataupun oleh komponen lain dikomputer dapat dipastikan sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 25. 3) Mengklasifikasikan permasalahan Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri. 4) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 26. 5) Mengisolasi permasalahan Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah. 6) Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 27. Soal Evaluasi Sebut dan jelaskan langkah-langkah mendiagnosis permasalahan PC yang sesuai dengan struktur dalam mendiagnosis permasalahan komputer ! Jika tampilan gambar dilayar monitor komputer terlalu kasar resolusinya, apakah perlu memformat hard disk? Kalau tidak, bagaimanakah diagnosa dari permasalahan tersebut ! Tugas ! Lakukan langkah-langkah mendiagnosis permasalahan komputer secara terstruktur dan aplikasikan dengan melakukan percobaan pada PC. Amati, catat, dan buat tabel (bebas) proses yang terjadi pada saat melakukan percobaan pada PC. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 28. Dikmenjur. 2004. Melakukan Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC dan Periferal . Modul T KJ Dikmenjur. Jakarta Daftar Pustaka DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
- 29. SEKIAN DAN TERIMA KASIH DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
Menginstal Sistem Operasi Software
Help ! help !
Semua pengguna Windows tentu pernah
merasakan dan mengeluhkan hal ini. Semakin tua usia instalasi Windows Anda,
maka akan semakin sering terjadi penyimpangan dalam kinerja sistem.
Mirip dengan manusia yang mencapai
umur tertentu, Windows akan mengalami ‘penyimpangan’ dari kinerja yang biasa.
Bila telah mencapai tahap ini, maka Windows Anda akan memerlukan perawatan
khusus.
Dibanding dengan usaha yang
dibutuhkan untuk mencari dan memperbaiki berbagai anomali yang muncul. Penulis
lebih menyarankan untuk melakukan intalasi ulang.
Tetapi, sebelum Anda meremajakan Windows,
ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan. Untuk itu, ikutilah
langkah-langkah pengerjaannya berikut ini :
1. Perencanaan: XP, 98 / Me atau
keduanya?
Sebelum meng-install ulang Windows,
tentu Anda harus memikirkannya terlebih dahulu. Melakukan instalasi baru adalah
saat yang tepat untuk mengoptimalkan sistem sesuai dengan keinginan Anda. Anda
dapat membagi kapasitas hard disk (partisi) sehingga memudahkan pembagian
tempat penyimpanan data atau bahkan memungkinkan mencoba sistem operasi yang
baru.
Windows XP sangat cocok bagi Anda
yang bekerja dalam jaringan atau menggu-nakan komputer yang juga digunakan oleh
beberapa user lain. Windows XP memiliki standar minimal agar dapat bekerja
dengan baik. Untuk menggunakan Windows XP, PC Anda minimal berkecepatan 233
MHz, memiliki 128 MB memori, dan menyediakan tempat kosong dalam hard disk
sebesar 1 GB.
Apabila Anda ingin mempertahankan
Windows lama (98/ME), Anda bisa saja meng-install Windows XP secara parallel.
Windows XP mampu di-install paralel dengan sistem operasi lain tanpa saling
mengganggu.
2. Menyimpan; Amankan data penting
Anda
Amankan semua data penting Anda agar
tidak hilang saat hard disk Anda di format. Tidak hanya dokumen Word, Excel,
dan foto, masih ada berbagai data lain yang perlu Anda amankan.
MY DOCUMENT Sebagian besar program
mempergunakan folder sistem ini sebagai standar tempat penyimpanan data-data
Anda.
DATA-DATA OFFICE Pindahkan berbagai
doku-men Office Anda agar tidak hilang saat penginstalan baru dilakukan. Untuk
Office 97, masuklah ke dalam “C:\Programs\Mi-crosoft office\Files”. Untuk
pengguna Office 2000 dan XP, Anda dapat temukan data-data tersebut di
“C:\Windows\UserData \Microsoft\Files”. Untuk pengguna Windows XP atau 2000,
file tersebut ada dalam “C:\Dokumen and settings”. Di dalamnya cari folder
dengan nama user name Anda, kemudian temukan folder “\UserData\Microsoft\Files”.
E-MAIL DAN BUKU ALAMAT : Outlook dan
Outlook Expres dapat mengamankan e-mail dan buku alamat Anda. Fungsi ini dapat
Anda jumpai dalam menu “File | Archive”, sedangkan dalam Outlook Express
gunakan menu “File | Export”.
FAVORITES : Bagi Anda yang menggunakan
fungsi Favourite dalam Internet Explorer, Anda dapat menemukannya di “QVWindows
\Favorites” (98, Me) atau lewat “C:\Dokumen and Settings\(User name
Anda)\Favorites” (XP). GAME SAVE : Para pecinta game, Anda juga harus menyimpan
data terakhir permainan Anda. Untuk itu Anda perlu meneliti kembali folder
instalasi game tersebut.
3. Driver: Adakah yang terlupakan?
Pada CD instalasi Windows, telah
terdapat berbagai driver perangkat PC. Namun, Anda masih perlu untuk mencari
driver bagi peripheral terbaru. Sebelum memformat hard disk, sebaiknya periksa
kembali apakah Anda telah memiliki driver bagi setiap komponen. Akan menjadi
masalah ketika sedang meng-install, ternyata driver modem tidak di temukan.
Tanpa akses Internet, akan sulit untuk mendapat berbagai driver lain.
a. Bagi pengguna Windows 98/Me, buka
“Start | Settings | Control Panel System | Device Manager”. Para pengguna XP
perlu masuk dahulu ke tab “Hardware | Device Manager”.

Gambar 2.1. SEPUTAR DRIVER: Periksa
apakah driver telah disediakan oleh Microsoft. Bila tidak, maka Anda perlu
mencari driver terbarunya di Internet.
b. Peralatan seperti mouse dan
CD-ROM drive, biasanya telah didukung oleh Windows. Yang perlu diperhatikan
ialah peralatan seperti graphic, sound, dan network card, serta peralatan
eksternal yang juga. membutuhkan driver seperti modem, scanner, dan printer.
Klik dua kali, masing-masing perangkat sesuai dengan kategori di atas. Dalam
bagian “Properties” produknya, aktifkan tab “Driver”. Jika di sana tertera
“Microsoft” sebagai provider, maka driver perangkat tersebut telah terdapat
dalam CD Windows.
c. Jika providernya bukan Microsoft
atau drivernya sudah terlalu lama, maka Anda perlu mencari versi terbarunya
lewat Internet.
d. Dalam “Device Manager”,
periksalah kembali “Display Adapters”. Jika disana tertera “Standart Display”,
maka sebaiknya Anda mencari driver yang sesuai untuk graphic card Anda lewat
Internet. Dengan demikian Anda dapat mengoptimalkan tampilan monitor Anda.
4. Memberi catatan kecil pada
konfigurasi
Tidak kalah penting dari driver dan
data ialah konfigurasi sistem itu sendiri. Tanpa konfigumsi yang baik, tidak
akan didapatkan kinerja yang optimal.
a. Buka jendela konfigurasi yang
ingin Anda simpan (catat). Contohnya, konfigurasi “Dial-Up Networking”.

Gambar 2.2. Catatan konfigurasi
berupa screenshot ditambah beberapa petunjuk singkat, terbukti sangat efektif.
b. Dalam jendela yang ingin
disimpan, tekan tombol “Alt + Print Screen” secara bersamaan. Jendela tersebut
akan ‘di-tangkap’ seperti foto.
c. Buka sebuah Word dokumen baru dan
masukkan fotonya dengan kombinasi tombol “Ctrl + V”.
d. Ulangi proses ini untuk semua
konfigurasi dan tuliskan
penjelasannya dalam Word.
Kami sarankan untuk menyimpan jendela
konfigurasi: Network, Dial-Up Networking, account e-mail, user (XP), dan
instalasi software.
5. Pentingnya peran Startup Disk/CD
Selain menjalankan PC, Startup disk
juga diperlukan untuk, melakukan partisi hard disk (Fdisk) dan melakukan proses
format sistem FAT. Untuk Windows XP, Anda cukup memasukkan CD instalasi-nya. Untuk
pengguna Windows 98/Me:
a. Masukkan sebuah disket kosong dan
CD instalasi Windows.
b. Setelah itu klik “Start |
Settings | Control Panel Add/Remove Programs”. Berikutnya, aktifkan tab
“Startup Disk” dan klik “Create Disk”.

Gambar 2.3. STARTUP
DISK : Peran Startup disk sangat
penting saat PC tidak dapat booting dari hardisk
6. Format: Tak ada jalan kembali
Sekarang masuk pada bagian utama.
Setelah menghapus partisi yang lama, maka akan terbuka ‘lahan’ untuk pembagian
partisi baru. Periksa kembali apakah masih ada file penting yang tertinggal.
WINDOWS 98 DAN ME:
a. Masukkan startup disk/CD dan
restart PC. Jika PC tidak mau boot lewat disket/CD, periksa kembali
konfigurasi start pada BIOS (Anda dapat masuk ke menu ini dengan menekan tombol
“Del” setelah menyalakan PC).
b. Akan muncul sebuah menu, di mana
Anda perlu memilih “Start Computer with CD-ROM Support”. Drive ini mungkin akan
Anda gunakan kemudiah.
c. Kemudian ketik “fdisk” lalu tekan
tombol “Enter”. Jawab “Yes” pada pertanyaan konfirmasi dukungan drive. Anda
akan segera berada dalam menu utama Fdisk.
d. Untuk ‘membuang’ partisi, gunakan
menu “Delete Partition or Logical dos Drive”. Jika Anda hanya memiliki satu
partisi saja (Drive “C”), ketikkan “I”, untuk membuang partisi primer. Jawab
“Y” ketika ditanyakan konfirmasi. WINDOWS XP:
- · Masukkan CD Windows XP dan nyalakan komputer. Jika PC tidak mau boot lewat CD, periksa kembali urutan start dalam BIOS.
- · Tunggu sampai semua proses loading selesai, setelah itu tekan “Enter” untuk instalasi Windows.
- · Setelah pemeriksaan lisensi, Windows akan mencari sistem operasi yang sudah terinstall. Tekan tombol “Esc”, dan Anda akan melihat semua daftar partisi dalam hard disk. Pilih salah satu, setelah itu tekan tombol “L” untuk menghapus. Hilangkan semua partisi sampai kosong.
7. Partisi: Landasan dari sistem
operasi
Sekarang Anda perlu membuat partisi.
Buatlah sebuah partisi primer untuk tempat meng-install sistem operasi Anda,
dan sebuah partisi lain untuk tempat menyimpan data-data Anda. Bila Anda
berencana untuk meng-install sebuah sistem operasi lain dalam PC yang sama,
maka Anda perlu untuk membuat sebuah partisi logical lain (lihat kotak “Windows
Ganda”). WINDOWS 98 DAN ME:
a. Masuklah kembali ke menu utama
dari program Fdisk. Buat sebuah partisi primer, dengan memilih menu 1 dua kali.
Berikutnya, fdisk akan memeriksa dan menanyai : apakah Anda ingin menggunakan
kapasitas hard disk secara maksimal. Di sini Anda diminta untuk menentukan
ukuran partisi pertama, baik dalam angka Megabyte atau dalam persen. Untuk
membagi rata sebuah hard disk, masukkan nilai 50%.
b. Setelah partisi pertama selesai
(partisi primer), kini buatlah partisi lain untuk tempat data-data Anda.
Caranya juga sama seperti dalam langkah a dari menu utama. Anda tinggal
memasukkan nilai kapasitas hard disk yang tersisa.
c. Sekarang Anda memiliki dua buah
partisi dengan kapasitas yang sama. Tetapi Windows belum dapat masuk karena
belum dikenal sebagai sebuah drive.
d. Supaya PC dapat booting lewat
hard disk, Anda terlebih dahulu harus nengaktifkan salah satu partisi lewat
pilihan kedua dari menu utama Fdisk, “Set Active Partition”.

Gambar 2.4. PEMBAGIAN HARD DISK:
Sebelum meng-install Windows 98/Me, hard disk perlu dibagi menjadi beberapa
partisi dengan pertolongan program Fdisk.
Gambar 2.5. P
ROSES DALAM XP: Sistem operasi
terbaru dari Microsoft ini mengerjakan tugas yang sama dengan menggunakan
sebuah tool yang terdapat dalam proses setup.
WINDOWS XP :
Proses penyusunan partisi Windows XP
berada dalam menu yang sama dengan proses penghapusan partisi. Dengan tombol
“C” (untuk “membuat”) Anda dapat membuat partisi. Pertama kali buatlah dua
partisi, satu partisi untuk Windows dan satu lagi untuk Data. Dalam menu ini
juga, Anda dapat mengatur berapa tempat yang ingin Anda alokasikan untuk
masing-masing partisi.
8. Format: Siap untuk Windows baru
Sebelum Anda memulai proses
instalasi, Anda terlebih dahulu harus mem-format partisi primernya. Sedangkan untuk
drive / partisi lainnya dapat di-format kemudian melalui Windows. Anda dapat
melakukan-nya dengan mengklik kanan mouse pada drive-nya dan pilih menu
“Format”.
WINDOWS 98 DAN ME:
a. Restart PC dan lakukan boot
dengan bantuan startup disk. Selanjutnya, masukkan perintah “format C: /s”.
Berikan konfirmasi dan proses format akan berjalan secara otomatis. Setelah
proses format selesai, Anda akan diminta untuk memberikan nama bagi drive yang
baru saja Anda format, contohnya: “Windows Me” untuk partisi utamanya.
b. Lakukan hal yang sama dengan
partisi datanya. Ketikkan “format d:” dan berikan konfimasi. Akhiri dengan
memasukkan nama bagi partisi ini, contoh: “Data”.
WINDOWS XP:
Untuk Windows XP, proses formatnya
akan berjalan otomatis saat pembuatan partisi baru. Yang harus diperhatikan
ialah format data mana yang ingin Anda gunakan: FAT atau NTFS. Jika Anda tetap
ingin dapat mengakses partisi tersebut dari Windows 98 atau Me maka sebaiknya
gunakan sistem partisi FAT. Jika Anda ingin menggunakan semua fungsi XP dan
memiliki tingkat keamanan yang lebih baik, maka NTFS adalah pilihan yang
tepat.
9. Proses Install : Windows baru
Setelah semua siap, kini saatnya
Anda untuk memulai proses instalasi yang sesungguhnya.
WINDOWS 98 DAN ME:
a. Start ulang PC Anda dengan
bantuan startup disk. Pada menu awal, pilihiah “Start with CD-ROM support”.
Masukkan CD instalasi Windows. Perhatikan, huruf untuk drive CD-ROM akan
bergeser ke huruf berikutnya.
b. Masuklah ke drive CD instalasi
(misal-nya: “D:”), kemudi.m ketikkan “setup” dan Enter. Ikuti petunjuknya,
bcrikan persetu-juan lisensi dan arahkan lokasi instalasi Windows di
“C:\windows”.
c. Dalam menu berikutnya Anda akan
diminta untuk memasukkan beberapa in-formasi mengenai pengguna. Selanjutnya Anda
diberi pilihan untuk dapat me milih sendiri komponen Windows yang ingin Anda
install.
d. Pilih bahasa, negara, dan tatanan
keyboard sesuai posisi Anda. Berikutnya akan muncul tawaran untuk membuat
startup disk, dilairjutkan dengan mernasukkan nama dan perusahaan serta nomor
regis-trasi Anda. Windows akan meminta Anda memasukkan konfigurasi network.
e. Proses instalasi ini berlangsung
sekitar 30 sampai 60 menit, tergantung pada ke-mampuan PC Anda. Instalasi akan
dilan-jutkan dengan hardware wizard yang akan berusaha mengenali semua
perangkat dalam PC. Jika Windows tidak dapat me-nemukan driver yang sesuai
dalam CD instalasi, maka Anda harus menginstal-nya secara manual.
f. Pada tahap akhir, Windows akan
me-nanyakan password. Anda dapat menga-baikannya karena sebenarnya password ini
kuraug efektif.
WINDOWS XP:
Sistem operasi terbaru dari
Microsoft ini menawarkan lebih banyak variasi konfigurasi dibanding para
pendahulunya.
1. Proses instalasi akan otomatis
dimulai begitu selesainya proses format. Dalam hal ini akan ada wizard yang
akan memandu sepanjang jalannya proses instalasi.
2. Pertanyaan seputar wilayah waktu
dan skema daerah akan tampil sama seperti pada kebanyakan versi Windows
lainnya.
Windows XP didesain untuk dapat
digunakan oleh beberapa user. Oleh karena itu, ada yang dinamakan user administrator
sebagai pihak yang memiliki hak penuh atas sistem XP. Semua user lain berada
dalam kendali Administrator dan memerlukan izin admin untuk mengubah segala
sesuatu yang bukan haknya. Sehingga Anda perlu ekstra hati-hati dengan password
Administrator pada XP.
Gambar 2.6. INSTALASI Proses
instalasi XP memerlukan waktu lebih lama dibanding 98/Me.
10. Tuning: Sentuhan akhir pada PC
Proses instalasi telah selesai,
namun tampilan Windows masih belum terlihat seperti semula? Ternyata, masih ada
beberapa langkah konfigurasi akhir untuk menyempurnakan ‘ritual’ instalasi ini.
Yang perlu Anda lakukan ialah meng-install driver dan mengkonfigurasi display
monitor secara manual.
Bukalah Device Manager, dalam Windows
98/Me gunakan menu “Start Settings | Control Panel | System Device Manager”.
Dalam Windows XP gunakan “Start | Control panel System”, buka tab “Hardware |
Device Manager”. Dalam daftar komponen PC akan terlihat sebuah tanda tanya
berwarna kuning. Tanda tanya ini berarti hardware tidak dikenali atau driver
yang sesuai tidak dapat ditemukan.
Bila Anda telah menyediakan driver
yang sesuai dalam CD, Anda dapat langsung meng-installnya secara manual. Klik
dua kali pada keterangan komponen tadi, lalu pilih menu “Update Driver” dari
tab “Driver”.
Berikutnya atur setting untuk
tampilan pada layar. Klik kanan mouse pada tempat kosong dalam Desktop, lalu
pilih “Properties | Settings”. Pilihlah warna tertinggi’ lewat “Colors”,
biasanya “True Color (32 Bit)”. Pilih ukuran resolusi yang cocok untuk monitor
Anda, monitor baru saat ini umumnya telah mendukung resolusi “1024×768 Pixel”
secara optimal. Periksa kembali frekuensi gambarnya lewat tombol “Advanced”,
aktifkan tab “Monitor”. Supaya mata Anda nyaman bekerja di depan monitor,
setting display-nya tidak boleh kurang dari 75 Hertz. Bila Anda bingung untuk
memilih konfigurasi yang mana, cukup pilih opsi “Optimal”, dan Windows akan
memilihkannya bagi Anda.
Selanjutnya, masukkan semua konfigurasi
yang tadi telah Anda simpan (lihat tahap 4).
Bagi Anda para pengguna XP, prosesi
ini perlu diakhiri dengan melakukan aktivasi Windows Anda. Jika tidak, setelah
30 hari Windows tidak akan dapat dipakai lagi. Proses pengaktifan ini hanya
bisa dilakukan lewat Internet atau telepon.
TIP Aktivasi secara online hanya
dapat dilakukan tiga kali. Sedangkan dalam aktivasi lewat telepon, Anda harus
menjawab berapa informasi yang dibutuhkan, baru kemudian Anda akan diberi kode
aktivasi. Kode tersebut harus Anda masukkan secara manual.
Menginstal Software Aplikasi
Pada dasarnya meng-instal software
aplikasi sudah ada manual book-nya sendiri sendiri, dan setiap aplikasi
mempunyai prosedur yang berbeda-beda. Akan tetapi berikut ini adalah
langkah-langkah secara umum yang harus dilakukan untuk meng-instal sofware
aplikasi :
2. Double klik file tersebut
3. Setting dilakukan sesuai
keinginan
4. Bila ada pertanyaan dimana
Destination Folder-nya ?
a. Jika setuju dengan usulan
komputer maka klik Next
b. Jika tidak setuju maka silakan
tentukan Folder yang akan ditempati software tersebut
5. Tunggu proses sampai 100 %
6. Klik Finish jika sudah selesai
0 komentar