: :

Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Kamis, 17 Januari 2013



  • 1. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Mengidentifikasi Masalah Melalui Gejala Yang Muncul DEPAN
  • 2. PETA KEDUDUKAN KOMPETENSI 2 3 Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringangnosis Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan an Melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical User Interface) dan Text Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network) Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area Network) Membuat desain sistem keamanan jaringan Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang sistem PC Melakukan perbaikan periferal Melakukan instalasi software Melakukan perawatan PC Melakukan instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan command line interface (CLI) Melakukan instalasi perangkat jaringan lokal (Local Area Network) Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar Menerapkan fungsi peripheral dan instalasi PC Melakukan perbaikan dan/ atau setting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network) Mengadministrasi server dalam jaringan Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network Merancang web data base untuk content server Lulus Melakukan instalasi sistem operasi dasar Menerapkan K 3 LH Merakit Personal Komputer Dasar Kejuruan Level I ( Kelas X ) Level II ( Kelas XI ) Level III ( Kelas XII ) 1 Klik Disini Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal Depan
  • 3. Peserta diklat mampu mengidentifikasi gejala kesalahan atau kerusakan pada saat pengoperasian PC. Peserta diklat mampu mengidentifikasi jenis-jenis pesan atau peringatan kesalahan yang terjadi pada saat booting atau PC digunakan . Tujuan Pembelajaran MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 4. Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST Apa Itu POST??? Fungsi POST??? MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 5. POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 6. POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 7. 1) Prosedur POST (Power on Self-Test) Test Power Supply Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya 3. Pengecekkan terhadap CMOS 4. Melakukan pengecekkan CPU 5. Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat baca & tulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST . 6. Pengecekkan I/O controller dan bus controller MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 8. 2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test) Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut: Disesuaikan dengan beep CPU hidup, Monitor Mati, ada beep 3 1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor 2. Monitor CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep 2 1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V 2. Power supply CPU dan Monitor mati, tidak ada beep 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 9. Kode Beep AWARD BIOS Kerusakan di modul memori atau memori video Beeb terus menerus 5 Kerusakan di bagian VGA. 1 beep panjang 3 beep pendek 4 Kerusakan di modul DRAM parity 1 beep panjang 2 beep pendek 3 Problem di memori 1 beep panjang 2 PC dalam keadaan baik 1 beep pendek 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 10. Kode Beep AMI BIOS Tes tampilan gambar gagal 1 beep panjang 8 beep pendek 13 Conventional/Extended memori rusak 1 beep panjang 3 beep pendek 12 Chache memori error 11 beep pendek 11 CMOS shutdown read/write mengalami errror 10 beep pendek 10 Checksum error ROM BIOS bermasalah 9 beep pendek 9 Tes memori VGA gagal 8 beep pendek 8 Video Mode error 7 beep pendek 7 Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik 6 beep pendek 6 Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor 5 beep pendek 5 Timer pada sistem gagal bekerja. 4 beep pendek 4 BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama 3 beep pendek 3 Sirkuit gagal mengecek 2 beep pendek 2 DRAM gagal merefresh 1 beep pendek 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 11. Kode Beep IBM BIOS VGA card sirkuit 1 beep, blank monitor 9 Keyboard error 3 beep panjang 8 Masalah bagian VGA Card (EGA). 1 beep panjang 3 beep pendek 7 Masalah bagian VGA Card (mono) 1 beep panjang 2 beep pendek 6 Masalah Motherboard 1 beep panjang 1 beep pendek 5 Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang Beep pendek berulang - ulang 4 Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang Beep terus menerus 3 Normal POST dan PC dalam keadaan baik 1 beep pendek 2 Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang Tidak ada beep 1 Pesan/Peringatan Kesalahan Gejala No MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 12. Soal Evaluasi Apa pengertian POST ? Sebutkan fungsi post ! Apakah kode beep pada tiap komputer sama ? Jelaskan ! Tugas ! Hidupkan PC, amati dan catat proses yang terjadi, cocokkan dengan teori yang ada ! MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 13. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Mengklasifikasikan Masalah Berdasarkan Kelompoknya DEPAN
  • 14. Peserta diklat mampu mengklasifikasikan permasalahan pengoperasian PC dan peripheral berdasarkan kelompok masalah. Peserta diklat mampu mengidentifikasi kemungkinan penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral. Peserta diklat mampu menentukan hipotesa awal penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral. Tujuan Pembelajaran DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 15. Klasifikasi Permasalahan Hardware / Perangkat keras 1. Internal Meliputi isi CPU yaitu : motherboard, VGA card, CHIP BIOS, RAM, Sound card, Prosessor, Harddisk, CD ROM, Power supply dan komponen lainnya yang terpasang, monitor, keyboard, mouse dan lain- lain. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 16. 2. Eksternal Di antaranya yaitu : printer, modem eksternal, TV tuner eksternal, scanner, dan lain sebagainya. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 17. Software / Perangkat Lunak 1. Perangkat Lunak BIOS Diantaranya yaitu : Perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 18. 2 Sistem Operasi Diantaranya yaitu : Perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 19. 3. Program aplikasi Program aplikasi yang dimaksud adalah semua , perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya yaitu program aplikasi seperti: perkantoran, termasuk bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 20. Soal Evaluasi Permasalahan komputer dapat diklasifikasikan berdasarkan apa saja? Jika tombol mouse sebelah kiri diklik tidak bekerja, kerusakan apa saja yang mungkin terjadi dan tentukan hipotesa awal penyebab kerusakan tersebut! Mengapa komputer harus menggunakan driver? Tugas ! Lakukan klasifikasi permasalahan komputer berdasarkan hardware, software, dan permasalahannya. Pahami gejala dan permasalahan yang terjadi pada saat komponen hardware dilepas atau file driver dihapus pada komputer. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 21. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Mengisolasi Permasalahan DEPAN
  • 22. Peserta diklat mampu melakukan pemeriksaan terhadap komputer yang bermasalah sesuai dengan urutan yang benar. Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan sehingga penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan benar. Tujuan Pembelajaran DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 23. Prosedur Test 1) Semua peralatan dipasang sesuai port yang butuhkan. 2) Booting Komputer 3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse. 4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor 5) Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word. 6) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer. 7) Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware dan software. 8) Pengecekkan pada PC 9) Mengidentifikasi permasalahan 10) Menganalisis permasalahan 11) Mengklasifikasikan permasalahan 12) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah 13) Mengisolasi permasalahan MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 24. Mengisolasi Permasalahan Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah sebagai berikut : 1) Mengidentifikasi permasalahan Masalah yang ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya melalui POST. 2) Menganalisis permasalahan Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST ataupun oleh komponen lain dikomputer dapat dipastikan sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 25. 3) Mengklasifikasikan permasalahan Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri. 4) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 26. 5) Mengisolasi permasalahan Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah. 6) Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 27. Soal Evaluasi Sebut dan jelaskan langkah-langkah mendiagnosis permasalahan PC yang sesuai dengan struktur dalam mendiagnosis permasalahan komputer ! Jika tampilan gambar dilayar monitor komputer terlalu kasar resolusinya, apakah perlu memformat hard disk? Kalau tidak, bagaimanakah diagnosa dari permasalahan tersebut ! Tugas ! Lakukan langkah-langkah mendiagnosis permasalahan komputer secara terstruktur dan aplikasikan dengan melakukan percobaan pada PC. Amati, catat, dan buat tabel (bebas) proses yang terjadi pada saat melakukan percobaan pada PC. MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 28. Dikmenjur. 2004. Melakukan Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC dan Periferal . Modul T KJ Dikmenjur. Jakarta Daftar Pustaka DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
  • 29. SEKIAN DAN TERIMA KASIH DEPAN MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Modul 3
Menginstal Sistem Operasi Software
Click to get cool Animations for your MySpace profileHelp ! help !
Semua pengguna Windows tentu pernah merasakan dan mengeluhkan hal ini. Semakin tua usia instalasi Win­dows Anda, maka akan semakin sering terjadi penyimpangan dalam kinerja sistem.
Mirip dengan manusia yang mencapai umur tertentu, Windows akan mengalami ‘penyimpangan’ dari kinerja yang biasa. Bila telah mencapai tahap ini, maka Windows Anda akan memerlukan perawatan khusus.
Dibanding dengan usaha yang dibutuhkan untuk mencari dan memperbaiki berbagai anomali yang muncul. Penulis lebih menyarankan untuk melakukan intalasi ulang.
Tetapi, sebelum Anda meremajakan Win­dows, ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan. Untuk itu, ikutilah langkah-langkah pengerjaannya berikut ini :
1. Perencanaan: XP, 98 / Me atau keduanya?
Sebelum meng-install ulang Windows, tentu Anda harus memikirkannya terlebih dahulu. Melakukan instalasi baru adalah saat yang tepat untuk mengoptimalkan sistem sesuai dengan keinginan Anda. Anda dapat membagi kapasitas hard disk (partisi) sehingga memudahkan pembagian tempat penyimpanan data atau bahkan memungkinkan mencoba sistem operasi yang baru.
Windows XP sangat cocok bagi Anda yang bekerja dalam jaringan atau menggu-nakan komputer yang juga digunakan oleh beberapa user lain. Windows XP memiliki standar minimal agar dapat bekerja dengan baik. Untuk menggunakan Windows XP, PC Anda minimal berkecepatan 233 MHz, memiliki 128 MB memori, dan menyediakan tempat kosong dalam hard disk sebesar 1 GB.
Apabila Anda ingin mempertahankan Win­dows lama (98/ME), Anda bisa saja meng-install Windows XP secara parallel. Windows XP mampu di-install paralel dengan sistem operasi lain tanpa saling mengganggu.
2. Menyimpan; Amankan data penting Anda
Amankan semua data penting Anda agar tidak hilang saat hard disk Anda di format. Tidak hanya dokumen Word, Excel, dan foto, masih ada berbagai data lain yang perlu Anda amankan.
MY DOCUMENT Sebagian besar program mempergunakan folder sistem ini sebagai standar tempat penyimpanan data-data Anda.
DATA-DATA OFFICE Pindahkan berbagai doku-men Office Anda agar tidak hilang saat penginstalan baru dilakukan. Untuk Office 97, masuklah ke dalam “C:\Programs\Mi-crosoft office\Files”. Untuk pengguna Office 2000 dan XP, Anda dapat temukan data-data tersebut di “C:\Windows\UserData \Microsoft\Files”. Untuk pengguna Win­dows XP atau 2000, file tersebut ada dalam “C:\Dokumen and settings”. Di dalamnya cari folder dengan nama user name Anda, kemudian temukan folder “\UserData\Microsoft\Files”.
E-MAIL DAN BUKU ALAMAT : Outlook dan Out­look Expres dapat mengamankan e-mail dan buku alamat Anda. Fungsi ini dapat Anda jumpai dalam menu “File | Archive”, sedangkan dalam Outlook Express gunakan menu “File | Export”.
FAVORITES : Bagi Anda yang menggunakan fungsi Favourite dalam Internet Explorer, Anda dapat menemukannya di “QVWindows \Favorites” (98, Me) atau lewat “C:\Dokumen and Settings\(User name Anda)\Favorites” (XP). GAME SAVE : Para pecinta game, Anda juga harus menyimpan data terakhir permainan Anda. Untuk itu Anda perlu meneliti kembali folder instalasi game tersebut.
3. Driver: Adakah yang terlupakan?
Pada CD instalasi Windows, telah terdapat berbagai driver perangkat PC. Namun, An­da masih perlu untuk mencari driver bagi peripheral terbaru. Sebelum memformat hard disk, sebaiknya periksa kembali apakah Anda telah memiliki driver bagi setiap komponen. Akan menjadi masalah ketika sedang meng-install, ternyata driver modem tidak di temukan. Tanpa akses In­ternet, akan sulit untuk mendapat berbagai driver lain.
a. Bagi pengguna Windows 98/Me, buka “Start | Settings | Control Panel System | Device Manager”. Para pengguna XP perlu masuk dahulu ke tab “Hardware | Device Manager”.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil_5TZBgrhiRRZBynIfSlQKzRC1mKv1wtaH8P1DEiirHRinwKYoRjN00bU-d1fB87TZzfbbTXtAF-DrgUQGVDVGD069hg3OF1unQylnA1cQdi3-39n9yzXMR0C0UWoOubiWMIVKuH3dBo/s200/21.JPG
Gambar 2.1. SEPUTAR DRIVER: Periksa apakah driver telah disediakan oleh Microsoft. Bila tidak, maka Anda perlu mencari driver terbarunya di Internet.
b. Peralatan seperti mouse dan CD-ROM drive, biasanya telah didukung oleh Windows. Yang perlu diperhatikan ialah peralatan seperti graphic, sound, dan network card, serta peralatan eksternal yang juga. membutuhkan driver seperti modem, scan­ner, dan printer. Klik dua kali, masing-masing perangkat sesuai dengan kategori di atas. Dalam bagian “Properties” produknya, aktifkan tab “Driver”. Jika di sana tertera “Microsoft” sebagai provider, maka driver perangkat tersebut telah terdapat dalam CD Windows.
c. Jika providernya bukan Microsoft atau drivernya sudah terlalu lama, maka Anda perlu mencari versi terbarunya lewat Internet.
d. Dalam “Device Manager”, periksalah kembali “Display Adapters”. Jika disana tertera “Standart Display”, maka sebaiknya Anda mencari driver yang sesuai untuk graphic card Anda lewat Internet. Dengan demikian Anda dapat mengoptimalkan tampilan monitor Anda.
4. Memberi catatan kecil pada konfigurasi
Tidak kalah penting dari driver dan data ialah konfigurasi sistem itu sendiri. Tanpa konfigumsi yang baik, tidak akan didapatkan kinerja yang optimal.
a. Buka jendela konfigurasi yang ingin Anda simpan (catat). Contohnya, konfigurasi “Dial-Up Networking”.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhldD1EKVtppGl7kQXNZC6aelwOnuwHLg1BJaGcCV-Xv82cLuvxpx54yiSeUwc0twIuLU9LNZ8gUoCJmS-v1cE8BjgMbD8J3QHwpRJZZQvXX2w11SZKWgxKj2Qb05g65JMCr2vWilxpwt0/s200/22.JPG

Gambar 2.2. Catatan konfigurasi berupa screenshot ditambah beberapa petunjuk singkat, terbukti sangat efektif.

b. Dalam jendela yang ingin disimpan, tekan tombol “Alt + Print Screen” secara bersamaan. Jendela tersebut akan ‘di-tangkap’ seperti foto.
c. Buka sebuah Word dokumen baru dan masukkan fotonya dengan kombinasi tombol “Ctrl + V”.
d. Ulangi proses ini untuk semua konfigurasi dan tuliskan
penjelasannya dalam Word.
Kami sarankan untuk menyimpan jen­dela konfigurasi: Network, Dial-Up Net­working, account e-mail, user (XP), dan instalasi software.
5. Pentingnya peran Startup Disk/CD
Selain menjalankan PC, Startup disk juga diperlukan untuk, melakukan partisi hard disk (Fdisk) dan melakukan proses format sistem FAT. Untuk Windows XP, Anda cukup memasukkan CD instalasi-nya. Un­tuk pengguna Windows 98/Me:
a. Masukkan sebuah disket kosong dan CD instalasi Windows.
b. Setelah itu klik “Start | Settings | Con­trol Panel Add/Remove Programs”. Berikutnya, aktifkan tab “Startup Disk” dan klik “Create Disk”.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8E5YUhJdULhEvktYP9TTJErnVpTUPf_A8mPDAxGHl6iLQnvF808_5NEjGCubovHEqfMPwtH-cK8ZvOwhhVBOhf-XaQJIrtz8xSbv1S2qPyWvbIi_aQTm4AlHsKVdeuh9oFiLc0RzYL1U/s200/23.JPG
Gambar 2.3. STARTUP
DISK : Peran Startup disk sangat penting saat PC tidak dapat booting dari hardisk

6. Format: Tak ada jalan kembali
Sekarang masuk pada bagian utama. Setelah menghapus partisi yang lama, maka akan terbuka ‘lahan’ untuk pembagian partisi baru. Periksa kembali apakah masih ada file penting yang tertinggal. WINDOWS 98 DAN ME:
a. Masukkan startup disk/CD dan restart PC. Jika PC tidak mau boot lewat disket/CD, periksa kem­bali konfigurasi start pada BIOS (Anda dapat masuk ke menu ini dengan menekan tombol “Del” setelah menyalakan PC).
b. Akan muncul sebuah menu, di mana Anda perlu memilih “Start Computer with CD-ROM Support”. Drive ini mungkin akan Anda gunakan kemudiah.
c. Kemudian ketik “fdisk” lalu tekan tombol “Enter”. Jawab “Yes” pada pertanyaan konfirmasi dukungan drive. Anda akan segera berada dalam menu utama Fdisk.
d. Untuk ‘membuang’ partisi, gunakan menu “Delete Partition or Logical dos Dri­ve”. Jika Anda hanya memiliki satu partisi saja (Drive “C”), ketikkan “I”, untuk membuang partisi primer. Jawab “Y” ketika ditanyakan konfirmasi. WINDOWS XP:
  • · Masukkan CD Windows XP dan nyalakan komputer. Jika PC tidak mau boot lewat CD, periksa kembali urutan start dalam BIOS.
  • · Tunggu sampai semua proses loading selesai, setelah itu tekan “Enter” untuk instalasi Windows.
  • · Setelah pemeriksaan lisensi, Windows akan mencari sistem operasi yang sudah terinstall. Tekan tombol “Esc”, dan Anda akan melihat semua daftar partisi dalam hard disk. Pilih salah satu, setelah itu tekan tombol “L” untuk menghapus. Hilangkan semua partisi sampai kosong.
7. Partisi: Landasan dari sistem operasi
Sekarang Anda perlu membuat partisi. Buatlah sebuah partisi primer untuk tempat meng-install sistem operasi Anda, dan sebuah partisi lain untuk tempat menyimpan data-data Anda. Bila Anda berencana untuk meng-install sebuah sistem operasi lain dalam PC yang sama, maka Anda perlu untuk membuat sebuah partisi logical lain (lihat kotak “Windows Ganda”). WINDOWS 98 DAN ME:
a. Masuklah kembali ke menu utama dari program Fdisk. Buat sebuah partisi primer, dengan memilih menu 1 dua kali. Berikutnya, fdisk akan memeriksa dan menanyai : apakah Anda ingin menggunakan kapasitas hard disk secara maksimal. Di sini Anda diminta untuk menentukan ukuran partisi pertama, baik dalam angka Megabyte atau dalam persen. Untuk membagi rata sebuah hard disk, masukkan nilai 50%.
b. Setelah partisi pertama selesai (partisi primer), kini buatlah partisi lain untuk tempat data-data Anda. Caranya juga sama seperti dalam langkah a dari menu utama. Anda tinggal memasukkan nilai kapasitas hard disk yang tersisa.
c. Sekarang Anda memiliki dua buah partisi dengan kapasitas yang sama. Tetapi Windows belum dapat masuk karena belum dikenal sebagai sebuah drive.
d. Supaya PC dapat booting lewat hard disk, Anda terlebih dahulu harus nengaktifkan salah satu partisi lewat pilihan kedua dari menu utama Fdisk, “Set Active Partition”.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQDPyfBwQzJXHletGZXyBFJw5U6yd70TCNo28HcqxmZKeP_qrIBUeUP7rX_EeQ01GlGDVq7xfDXC3tzkxlWKci-v6d1gRgmSZfYoUTk0QkoKegIC2v0SfNktyYzrXcFhepMYc2gYrkthw/s200/24.JPG
Gambar 2.4. PEMBAGIAN HARD DISK: Sebelum meng-install Windows 98/Me, hard disk perlu dibagi menjadi beberapa partisi dengan pertolongan program Fdisk.


Gambar 2.5. P
ROSES DALAM XP: Sistem operasi terbaru dari Microsoft ini mengerjakan tugas yang sama dengan menggunakan sebuah tool yang terdapat dalam proses setup.

WINDOWS XP :
Proses penyusunan partisi Windows XP berada dalam menu yang sama dengan proses penghapusan partisi. Dengan tombol “C” (untuk “membuat”) Anda dapat membuat partisi. Pertama kali buatlah dua partisi, satu partisi untuk Windows dan satu lagi untuk Data. Dalam menu ini juga, Anda dapat mengatur berapa tempat yang ingin Anda alokasikan untuk masing-masing partisi.
8. Format: Siap untuk Windows baru
Sebelum Anda memulai proses instalasi, Anda terlebih dahulu harus mem-format partisi primernya. Sedangkan untuk drive / partisi lainnya dapat di-format kemudian melalui Windows. Anda dapat melakukan-nya dengan mengklik kanan mouse pada drive-nya dan pilih menu “Format”.
WINDOWS 98 DAN ME:
a. Restart PC dan lakukan boot dengan bantuan startup disk. Selanjutnya, masukkan perintah “format C: /s”. Berikan konfirmasi dan proses format akan berjalan secara otomatis. Setelah proses format selesai, Anda akan diminta untuk memberikan nama bagi drive yang baru saja Anda for­mat, contohnya: “Windows Me” untuk partisi utamanya.
b. Lakukan hal yang sama dengan partisi datanya. Ketikkan “format d:” dan berikan konfimasi. Akhiri dengan memasukkan nama bagi partisi ini, contoh: “Data”.
WINDOWS XP:
Untuk Windows XP, proses formatnya akan berjalan otomatis saat pembuatan partisi baru. Yang harus diperhatikan ialah format data mana yang ingin Anda gunakan: FAT atau NTFS. Jika Anda tetap ingin dapat mengakses partisi tersebut dari Windows 98 atau Me maka sebaiknya gunakan sistem partisi FAT. Jika Anda ingin menggunakan semua fungsi XP dan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik, ma­ka NTFS adalah pilihan yang tepat.
9. Proses Install : Windows baru
Setelah semua siap, kini saatnya Anda untuk memulai proses instalasi yang sesungguhnya.
WINDOWS 98 DAN ME:
a. Start ulang PC Anda dengan bantuan startup disk. Pada menu awal, pilihiah “Start with CD-ROM support”. Masukkan CD instalasi Windows. Perhatikan, huruf untuk drive CD-ROM akan bergeser ke huruf berikutnya.
b. Masuklah ke drive CD instalasi (misal-nya: “D:”), kemudi.m ketikkan “setup” dan Enter. Ikuti petunjuknya, bcrikan persetu-juan lisensi dan arahkan lokasi instalasi Windows di “C:\windows”.
c. Dalam menu berikutnya Anda akan diminta untuk memasukkan beberapa in-formasi mengenai pengguna. Selanjutnya Anda diberi pilihan untuk dapat me milih sendiri komponen Windows yang ingin Anda install.
d. Pilih bahasa, negara, dan tatanan key­board sesuai posisi Anda. Berikutnya akan muncul tawaran untuk membuat startup disk, dilairjutkan dengan mernasukkan nama dan perusahaan serta nomor regis-trasi Anda. Windows akan meminta Anda memasukkan konfigurasi network.
e. Proses instalasi ini berlangsung sekitar 30 sampai 60 menit, tergantung pada ke-mampuan PC Anda. Instalasi akan dilan-jutkan dengan hardware wizard yang akan berusaha mengenali semua perangkat dalam PC. Jika Windows tidak dapat me-nemukan driver yang sesuai dalam CD in­stalasi, maka Anda harus menginstal-nya secara manual.
f. Pada tahap akhir, Windows akan me-nanyakan password. Anda dapat menga-baikannya karena sebenarnya password ini kuraug efektif.
WINDOWS XP:
Sistem operasi terbaru dari Microsoft ini menawarkan lebih banyak variasi kon­figurasi dibanding para pendahulunya.
1. Proses instalasi akan otomatis dimulai begitu selesainya proses format. Dalam hal ini akan ada wizard yang akan memandu sepanjang jalannya proses instalasi.
2. Pertanyaan seputar wilayah waktu dan skema daerah akan tampil sama seperti pa­da kebanyakan versi Windows lainnya.
Windows XP didesain untuk dapat digunakan oleh beberapa user. Oleh karena itu, ada yang dinamakan user adminis­trator sebagai pihak yang memiliki hak penuh atas sistem XP. Semua user lain berada dalam kendali Administrator dan memerlukan izin admin untuk mengubah segala sesuatu yang bukan haknya. Sehingga Anda perlu ekstra hati-hati dengan password Administrator pada XP.

Gambar 2.6. INSTALASI Proses instalasi XP memerlukan waktu lebih lama dibanding 98/Me.
10. Tuning: Sentuhan akhir pada PC
Proses instalasi telah selesai, namun tampilan Windows masih belum terlihat seperti semula? Ternyata, masih ada beberapa langkah konfigurasi akhir untuk menyempurnakan ‘ritual’ instalasi ini. Yang perlu Anda lakukan ialah meng-install driver dan mengkonfigurasi display moni­tor secara manual.
Bukalah Device Manager, dalam Win­dows 98/Me gunakan menu “Start Set­tings | Control Panel | System Device Manager”. Dalam Windows XP gunakan “Start | Control panel System”, buka tab “Hardware | Device Manager”. Dalam daftar komponen PC akan terlihat sebuah tanda tanya berwarna kuning. Tanda tanya ini berarti hardware tidak dikenali atau driver yang sesuai tidak dapat ditemukan.
Bila Anda telah menyediakan driver yang sesuai dalam CD, Anda dapat langsung meng-installnya secara manual. Klik dua kali pada keterangan komponen tadi, lalu pilih menu “Update Driver” dari tab “Driver”.
Berikutnya atur setting untuk tampilan pada layar. Klik kanan mouse pada tempat kosong dalam Desktop, lalu pilih “Properties | Settings”. Pilihlah warna tertinggi’ lewat “Colors”, biasanya “True Color (32 Bit)”. Pilih ukuran resolusi yang cocok untuk monitor Anda, monitor baru saat ini umumnya telah mendukung resolusi “1024×768 Pixel” secara optimal. Periksa kembali frekuensi gambarnya lewat tombol “Advanced”, aktifkan tab “Moni­tor”. Supaya mata Anda nyaman bekerja di depan monitor, setting display-nya tidak boleh kurang dari 75 Hertz. Bila Anda bingung untuk memilih konfigurasi yang mana, cukup pilih opsi “Optimal”, dan Windows akan memilihkannya bagi Anda.
Selanjutnya, masukkan semua konfig­urasi yang tadi telah Anda simpan (lihat tahap 4).
Bagi Anda para pengguna XP, prosesi ini perlu diakhiri dengan melakukan aktivasi Windows Anda. Jika tidak, setelah 30 hari Windows tidak akan dapat dipakai lagi. Proses pengaktifan ini hanya bisa dilakukan lewat Internet atau telepon.
TIP Aktivasi secara online hanya dapat dilakukan tiga kali. Sedangkan dalam aktivasi lewat telepon, Anda harus menjawab berapa informasi yang dibutuhkan, baru kemudian Anda akan diberi kode aktivasi. Kode tersebut harus Anda masukkan secara manual.
Menginstal Software Aplikasi
Pada dasarnya meng-instal software aplikasi sudah ada manual book-nya sendiri sendiri, dan setiap aplikasi mempunyai prosedur yang berbeda-beda. Akan tetapi berikut ini adalah langkah-langkah secara umum yang harus dilakukan untuk meng-instal sofware aplikasi :
2. Double klik file tersebut
3. Setting dilakukan sesuai keinginan
4. Bila ada pertanyaan dimana Destination Folder-nya ?
a. Jika setuju dengan usulan komputer maka klik Next
b. Jika tidak setuju maka silakan tentukan Folder yang akan ditempati software tersebut
5. Tunggu proses sampai 100 %
6. Klik Finish jika sudah selesai

Read More --►

MENDIAGNOSA MASALAH PC



MENDIAGNOSA PERMASALAHAN & KERUSAKAN PADA KOMPUTER
Tips Merawat Komputer
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSdaxpG6CSfXa2zaCzKlBsD3a4ac36IfZd9j-sLLURPwG15hBUkUgCyTrP85mJAb11qJp4jGjHVxu14PUmWZg9jOQ4AxTnb0ZSABJd4bWM7UwwXU7D4hLcT-ZdMH8rdvNjOgSMwrJpo1M/s320/pc01.jpg
Mungkin saat ini, computer menjadi suatu barang yang wajib dikenal and diketahui terutama oleh kebanyakan mahasiswa. Memang tidak wajib, namun kita mengenal computer tentu saja akan membuat apa yang kita kerjakan semakin mudah. Pun lebih dari itu, sekumpulan computer yang terhubung dalam jaringan atau network dapat digunakan untuk berbagi sumber daya and informasi.
Pertanyaan yang sering mucul adalah, bagaimana kah cara yang bisa dilakukan tuntuk merawat computer..? karena tak jarang computer yang kita miliki itu rusak baik itu karena terkena virus, adanya komponen dalam CPU computer yang rusak ataupun crash nya instalasi yang kita lakukan pada computer.
Ada baiknya jika kita mengetahui bagaimana cara untuk merawat computer sehingga sebelum computer itu rusak, kita sudah dengan susah sekuat tenaga untuk merawat computer kita namun kalo memang sudah waktu nya rusak yam au gimana lagi, berikut ini penulis ingin membagikan beberapa tips untuk merawat computer….so lets cek it now

1) Bersihkan motherboard & periferal lain(hardware) dari debu secara berkala. Untuk membersihkannya dapat kiga gunakan kuas halus ukuran kecil dan sedang. Setidaknya dua bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer.

2) Uninstall atau buang program yang tidak berguna. Ruang harddisk yang terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak. Biasanya akan muncul warning juga space hardisk kita sudah penuh. System operasi windows sudah mendukung akan hal yang seperti ini

3) Bersihkan Recycle Bin secara rutin. Sebenarnya file/folder yang kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin, namun ada beberapa jenis setingan yang bisa kita gunakan antara lain memberikan peringatan saat menghapus, hapus lalu simpan di tempat sementara atau hapus permanen. Untuk setingan yang hapus lalu disimpan ditempat penampungan ini dengan maksud agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yang sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yang dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet. Caranya :
>> jalankan Windows Explorer
>> klik Recycle Bin
>> klik File
>> klik Empty Recyle Bin.

Atau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup Caranya :
>> Klik Start
>> Program
>> Accessories
>> System Tool
>> Disk Cleanup
>> kemudian pilih drive yg mau dibersihkan
>> setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yg lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.

4) Install program antivirus dan update secara berkala. Untuk dapat mengenali virus/trojan2 baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yang terlanjur menyebar di komputer dapat membuat Anda menginstall ulang komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Anda akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang. Ada baiknya kita menonaktifakan sistem restore yaitu dengan cara klik kanan My Computer >> pilih System Restore >> lalu beri tanda centang pada cek box dengan keretangan Turn off System Restore on all drive

5) Tutup / close program yg tidak berguna Setiap program yg diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yg tersita. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yg akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer

6) Pakailah UPS atau stavolt.Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.

7) Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.Cara+ mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya
>> klik Start
>> Control Panel
>> Display
>> klik tab screensaver,
>> kemudian pilih sesuai selera Anda.

8) Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write sehingga beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk DefragmenterSaat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini. Untuk cara ini dianjurkan tidak terlalu sering,mengapa….? Defrag adalah proses pengaturan file pada hardisk. Untuk mengaturnya agar berada pada posisi track yang berdekatan maka dilakukan gesekan untuk memindahkan. Defrag yang terlalu sering akan menyebabkan kondisi piringan hardisk cepat rusak karena seringanya proses pengikisan.

9) Ventilasi yang cukup Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar. Ventilasi yg kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tsb. Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan. Akan lebih baik lagi jika menggunakan AC, hmm tambah dingin

10) Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitorKarena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.

11) Pasang kabel ground. Apabila casing nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yg “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.(diambil dari berbagai sumber)


MASALAH PADA MOTHER BOARD
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_hhx3fmaV3O134_XFE1zmRTyDx0GMUzQGBZ-C_syhFA3_-cdd8ygyCJcoeIx3AOGxqotMLwRMAmog6g1tdUKa5Zdo8LWEqAyi7J4fu1wbGYXTrx5D85bbI1YM7JxXJvb1Zk9BeKJaWE8/s200/untitled.jpg
Gejala :
Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) di panel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.

Solusi :
Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboad/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup cashing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Mboard (VGA, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada cashing hanya MotherBoard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar.
Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Mboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS


MASALAH PADA HARD DISK
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjSORa1DSxxSHJEnx8a6eiaZOS94obC_klKUwwwYWWLQ0Tlqt6m91fM0aOC321qtsv3d6WQU97aaBG5rTSd6RJQIOSYDvv4x_ktVF-fLcayNdZr0EhF7fnP2cLbYDYMJTGfp4pl-PdAoI/s200/hd6.jpg
Gejala :
Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan "press F1 to continou" setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan "Operating system not found".

Solusi :
Periksa kabel tegangan

Mengatasi Masalah Pada CD/DVD/ROM/RW
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbUY-nju2-lslVHCOSqjF3zoLqKJTMSQIAWz0d7mWsIolG9WIKRRJ5WgN2e32e0S1D9WPMCvtiH2vWjnxYKNTQ3c7f87l9pS3JTJAdKHbIEG8mZ-zD_P-1P2H7jemXDLO0zwwWPwWP1vQ/s200/ibm_t20_cdrw.jpg
Gejala :
Jenis kerusakan yang biasa ditemui :
1. Tidak terdeteksi di windows
2. Tidak bisa keluar masuk CD
3. Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)
4. Tidak bisa membaca/menulis/write protect (Floppy disk)

Solusi :
1) Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD-floppy, perikas di setup bios apakah sudah dideteksi? sebaiknya diset auto. Periksa apakah led menyala, jika tidak kerusakan di Controllernya.
2) Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor.
3) Kerusakan Biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaiki dengan cara men-set ualng optik tersebut.
4) Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cutenbud


Masalah BIOS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4neYO4etlxQ9yM2CfXeZ9zej_nb89ZE_hDMCE7QbwR4wCYPfU1eYVIG6FM20MKZ1Fw7cmMTs8KXi51XwSAf9j0UZpA5t4_pyqrVhcdEOgYSgaNbaoIJ6tDuc_jt6sVIpjVfz8Avd6fXM/s200/chip_bios_2.jpg
Gejala :
Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.

Solusi :
Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.

Gejala :
CPU mengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan ke layar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.

Solusi :
Bunyi Beep menandakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan pada Memory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya.Silahkan anda periksa masalah tersebut.
Pesan kesalahan BIOS
Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menandakan kesalahan yang sama tergantung dari jenis BIOS nya.


AMI BIOS
Beep 1x :
RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : Kesalahan Gate A20 - Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x : Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.

AWARD BIOS
Beep 1x Panjang :
RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.

Batrey CMOS Rusak / Lemah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiObVZx8DuAgYOxZH36rn81JEF1BZ1LU1iFLz_zDMTiN382UFydvCcjLmJyErK6w_xaIfWPLbMqxjiwjTIyjCg2aa6T6uKiZWH2_vZpy-abZin9P0BSFLzyvMJgLg5OR8uSRsrtZs4z2sY/s400/cmos_battery.jpg
Gejala :
Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangna yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.

Solusi :
Segera Ganti Batrey nya

MASALAH SYSTEM CPU
Gejala : CPU yang sering Hang???
Solusi :
Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil.....sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal, silahkan hub: kami untuk dapat mengatasi masalah tersebut


Gejala :
Komputer sering tampil blue screen apa penyebabnya?
Solusi :
Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, Bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.

Gejala :
Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat

Solusi :
Penyebab komputer anda prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.

FILE HILANG

File hilang, partisi hancur, atau sistem rusak? Tak perlu risau. CHIP melemparkan ban penyelamat untuk data Anda yang berharga. Tak soal apakah pada hard disk, DVD, atau memory-card. Semua dapat dikembalikan.
Ketika ada orang jatuh dari kapal ke laut, ban penyelamat perlu secepatnya dilemparkan. Bila ada data hilang dari PC Anda, secepatnya gunakan CHIP-DVD. Tak jadi soal apakah itu foto Anda yang tersimpan di SD-card, dokumen di hard disk, atau data pada DVD yang rusak. Tool dari CHIP dapat merekonstruksi semua yang tampak hilang (tetapi belum tertimpa).

Untuk setiap kasus CHIP memberikan sebuah workshop. Bila aksi penyelamatan sederhana gagal, ada tip-tip selanjutnya. Pengguna berpengalaman yang tidak membutuhkan tampilan program dapat merestorasi partisi yang terhapus melalui baris perintah. Selain itu, CHIP juga telah mengemas program-program kecil yang pintar untuk mencegah hilangnya data. Tool-tool ini akan menyimpan file-file penting untuk menyelamatkan data Anda bahkan, sebagian dilakukan secara otomatis

MENYELAMATKAN BERDASARKAN TIPE FILE :

Dalam DiskRecovery, di sebelah kiri Anda akan melihat tipe file, sementara di jendela kanan tercantum nama-nama file yang ditemukan.



Harga edisi personal sekitar 80 Euro dan dapat dioperasikan pada satu PC. Harga edisi profesionalnya jelas lebih mahal, tetapi dapat digunakan pada banyak PC. Edisi personal sudah mencukupi jika Anda hanya ingin menyelamatkan file-file di PC sendiri. Di CHIP-DVD tersedia versi personal dengan fungsi lengkap yang berlaku selama 30 hari.

Memilih partisi :

Jalankan DiskRecovery melalui ‘Start | O&O Software | O&O DiskRecovery’. Dalam menu Start, klik ‘Next’. Dalam jendela berikutnya tandai drive yang berisi file-file yang akan direstorasi. Bila partisinya sudah terhapus, singkirkan tanda di depan pilihan 'Hide unpartitionable areas'. Klik ‘Next’.

Pada ‘Advanced Settings’, Anda tak perlu mengubah apa pun, kecuali jika Anda ingin mencari sebuah file yang baru dihapus dengan ukuran lebih dari 512 MB yang tidak tercantum dalam Master File Table. Bila Anda tidak ingin mencari file seperti itu, singkirkan tanda di depan ‘Deep Scan’ MFT agar pencarian menjadi lebih cepat.

Mendefinisikan parameter pencarian :

Klik ‘Next’. Dalam jendela berikutnya, tentukan tipe file yang akan direstore. Biasanya semua tipe file yang dikenal DiskRecovery secara otomatis akan diaktifkan. Bila Anda hanya ingin merestore file AVI, klik ‘Deselect All’ dan beri tanda di depan ‘AVI’.

Anda juga dapat memilih option ‘Filter berdasarkan kelompok file’ kemudian mengaktifkan pilihan ‘Movie’ dalam menu pull-down. Dengan ini, DiskRecovery akan mencari file AVI, MPEG, WMV, dan sejenisnya. Konfirmasikan dengan mengklik ‘OK’.

Merestorasi file :
Dengan mengklik tombol ‘Next’, DiskRecovery akan memulai pencarian file. Ini dapat berlangsung beberapa menit tergantung ukuran partisinya. Diperlukan waktu sekitar dua menit untuk setiap GB. DiskRecovery akan menampilkan hasilnya menurut tipe file.

Pilih file-file yang akan Anda restorasi. Selanjutnya, klik ‘Next’. Dalam jendela berikutnya, tentukan sebuah folder untuk menyimpan file-file yang telah diselamatkan. Default-nya adalah ‘My Documents | Recover’. Klik ‘Next’ untuk memulai proses recovery yang sebenarnya.

MENYELAMATKAN FILE :

Setelah proses scan, PC Inspector File Recovery akan menampilkan semua file yang terhapus. Kini Anda dapat merestorasi dengan mudah.


Tips 1 Menyelamatkan data dari partisi sistem:
Bila data yang akan diselamatkan berada di partisi sistem, prosedurnya sedikit berbeda. Setiap kali sebuah program diaktifkan, Windows akan menuliskan data baru di partisi sistem sehingga file yang akan diselamatkan berisiko tertimpa. Oleh karena itu, lebih baik gunakan R-Studio yang dapat Anda download dari www.rtt.com. R-Studio menyediakan emergency tool yang hanya aktif dalam RAM dan tidak menyentuh partisi.
Tips 2 Menyelamatkan lebih banyak data :
Pada file-file eksotis seperti MP4 atau AAC, DiskRecovery harus menyerah karena tidak termasuk dalam 300 format yang secara otomatis dikenali. Namun, Anda dapat memperluas fungsinya. Buat file signature sendiri berupa pola kode untuk mengidentifikasi tipe file tersebut. Untuk keperluan ini biasanya digunakan hexeditor seperti freeware HxD.

Bila Anda membuka file-file AAC dengan HxD melalui perintah ‘File | Open’, akan tampak bahwa 4 nilai heksadesimal pertamanya selalu sama, yaitu FF, F1, 59, 80. Cantumkan nilai-nilai ini ke dalam DiskRecovery

Read More --►